Tuhan Tidak Perlu Dibela


Judul: Tuhan Tidak Perlu Dibela
Penulis: Abdurrahman Wahid
Penerbit: IRCiSoD
ISBN: 9786023911523
Cetakan pertama, Mei 2018 (pertama terbit tahun 1999)
316 halaman


Berisi kumpulan tulisan K.H. Abdurrahman Wahid (Gus Dur) di tahun 1970an hingga 1980an, beberapa ada tulisan di taun 1990an. Terbagi ke dalam tiga kelompok tulisan yang memperlihatkan pandangan Gus Dur terkait kritik keislaman di Indonesia, kenegaraan, serta pandangan terhadap situasi politik luar negeri pada tahun-tahun tersebut.

Tulisan "Tuhan Tidak Perlu Dibela" (terbit di Tempo, 26 Juni 1982) diangkat menjadi judul buku dan menjadi perhatian tersendiri. Judul tulisan ini tidak jarang digaungkan ketika ada aksi atau demonstrasi yang dilakukan sebagian masyarakat dengan maksud membela agama. Kalimat itu tentu menjadi pro-kontra, meski saya tidak yakin sebagian orang di kedua kelompok tersebut telah membaca tulisan Gus Dur, tulisan Gus Dur tersebut memang membuka mata namun sepemahaman saya tidak berarti menolak mentah-mentah aksi-aksi, melainkan menyadarkan bahwa Allah itu Maha Besar, maha segalanya, sehingga mau dibela atau pun tidak, tidak berkurang sesuatu apapun dari Allah, pun sebaliknya. Allah tidak menjadi lemah ketika tidak dibela atau tidak disembah sekalipun, ini yang mesti menjadi pengingat bagi sebagian masyarakat yang gemar beraksi dengan maksud membela Allah/membela Islam.

Kutipan dari Al-Hujwiri menjadi kunci,
“Bila engkau menganggap Allah ada hanya karena engkau yang merumuskannya, hakikatnya engkau sudah menjadi kafir. Allah tidak perlu disesali kalau ‘Ia menyulitkan’ kita. Juga tak perlu dibela kalau orang menyerang hakikat-Nya. Yang ditakuti berubah adalah persepsi manusia atas hakikat Allah, dengan kemungkinan kesulitan yang diakibatkannya”

Buku ini bagus untuk membaca pemikiran Gus Dur terkait berbagai hal, juga menyentil apakah ada konsep "Negara" dalam Islam yang sering menjadi perdebatan. Khusus untuk tulisan "Tuhan Tidak Perlu Dibela", tulisan itu sangat cocok untuk dibaca mereka yang gemar melakukan aksi ini-itu dengan dalih agama.

Post a Comment

0 Comments